Bagaikan Langit – Potret

Bagaikan langit di sore hari
Berwarna biru sebiru hatiku
Menanti kabar yang aku tunggu
Peluk dan cium, hangat ‘kan untukku

Bagaikan langit di sore hari
Berwarna biru sebiru hatiku
Menanti kabar yang aku tunggu
Peluk dan cium, hangat ‘kan untukku

Oh asmara yang terindah
Mewarnai bumi yang kucinta
Menjanjikan aku terbang ke atas
Ke langit ketujuh, bersamamu

Bagaikan langit di sore hari
Berwarna biru sebiru hatiku
Menanti kabar yang aku tunggu
Peluk dan cium, hangat ‘kan untukku

Bagaikan langit di sore hari
Berwarna biru sebiru hatiku
Menanti kabar yang aku tunggu
Peluk dan cium, hangat ‘kan untukku

Oh asmara yang terindah
Mewarnai bumi yang kucinta
Menjanjikan aku terbang ke atas
Ke langit ketujuh, bersamamu

Oh dewi cinta, sandarkan aku
Di bahumu, ada kurasa
Tingginya hati, teredakan sudah
Hadirmu sayang, tenangkan diriku

Oh asmara yang terindah
Mewarnai bumi yang kucinta
Menjanjikan aku terbang ke atas
Ke langit ketujuh, bersamamu, oh oh…

Oh asmara yang terindah
Mewarnai bumi yang kucinta
Menjanjikan aku terbang ke atas
Ke langit ketujuh, bersamamu

Oh dewi cinta, sandarkan aku
Di bahumu, ada kurasa
Tingginya hati, teredakan sudah
Hadirmu sayang, tenangkan diriku

Oh asmara yang terindah
Mewarnai bumi yang kucinta
Menjanjikan aku terbang ke atas
Ke langit ketujuh, bersamamu



Disclaimer : Lirik lagu Apa Harus Putus Dulu? – Potret ini adalah hak cipta / hak milik dari pengarang, artis, band dan label musik yang bersangkutan. Seluruh media termasuk lirik lagu ataupun Chord lagu yang terdapat disini hanyalah untuk media promosi dan pembelajaran. (1303)